Thursday, 14 February 2013

Blogodolar Tips & News

Blogodolar Tips & News


Maaf, Saya Menghapus atau Mengedit Komentar Anda

Posted: 13 Feb 2013 09:07 AM PST

Kembali ke akhir Mei 2009 saat saya membuat Blogodolar. Salah satu hal yang menjadi perhatian saya waktu itu adalah bagian komentar. Saya memutuskan untuk tidak memoderasi bagian tersebut.

Ada dua hal alasannya. Pertama, untuk memudahkan Anda memberikan komentar sehingga komentar tersebut langsung muncul. Kedua, menghemat waktu saya karena saya tidak perlu menyetujui satu per satu komentar.

Sayangnya, kemudahan ini disalahgunakan oleh beberapa pengunjung Blogodolar. Mereka berkomentar ala kadarnya dengan tambahan link-link ke blog atau situsnya.

Komentar seperti ini banyak muncul di postingan terpopuler saya, yaitu 9 Cara Saya untuk Mendapatkan Uang dari Internet. Alhasil, saya pun menghapus semua komentar-komentar itu.

Memoderasi Komentar

Belajar dari pengalaman ini, mulai pertengahan September 2012 saya memutuskan untuk memoderasi bagian komentar. Dampaknya, hampir setiap hari saya memeriksa komentar-komentar yang perlu saya setujui atau mengeluarkannya dari bagian spam.

Saya meyetujui komentar-komentar yang berkualitas. Namun, saya menghapus atau mengedit beberapa komentar yang tidak berkualitas. Mohon maaf, jika salah satunya adalah komentar Anda.

Kriteria Komentar yang Dihapus atau Diedit

Berikut adalah kriteria komentar yang saya hapus atau edit.

1. Menggunakan kata kunci di kolom nama

Walaupun bagian komentar Blogodolar bersifat no follow, masih saja banyak pengunjung yang menggunakan kata kunci di kolom nama. Saya tidak suka dengan komentar seperti ini sehingga saya sering menghapusnya. Jika komentarnya baik, saya mengedit komentar tersebut dengan menghilangkan URL-nya.

Jadi, jangan sia-siakan waktu Anda dengan mengirimkan komentar dengan kata kunci di kolom nama karena saya akan menghapus atau mengeditnya. Cek juga 7 hal yang harus Anda hindari saat berkomentar.

Solusinya?

Gunakan nama Anda di kolom tersebut. Jika Anda ingin menyertakan nama blog Anda di komentar tersebut, Anda bisa menyertakan nama blog tersebut setelah nama Anda.

Contohnya bisa seperti ini:

  • Yudiono | Blogodolar.com
  • Yudiono – Blogodolar
  • Yudiono @ Blogodolar.com

2. Komentar Basa-basi

Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka saat berkomentar basa-basi. Entah karena terburu-buru atau sekadar "nyepam". Namun yang pasti, komentar-komentar seperti di bawah ini akan saya hapus:

  • Nice post gan…
  • Informasi yang menarik gan. He he he…
  • Artikel yang menarik. Ditunggu kunjungan baliknya ya
  • Informasinya bagus gan. Terima kasih.
  • …dan sejenisnya.

Solusinya?

Berikan opini Anda terhadap postingan yang Anda baca. Jika Anda setuju dengan isinya, Anda bisa menambahkan informasi tambahan yang sekiranya Anda ketahui. Sebaliknya, Anda bisa menyanggahnya dengan menyertakan argumen Anda.

3. Menggunakan URL yang disingkat

Penyingkat URL diperlukan saat ada keterbatasan karakter (misalnya sebuat tweet di Twitter yang dibatasi 160 karakter). Namun, penyingkat URL ini tidak perlu Anda gunakan kalau memberikan komentar.

Mengapa? Karena identik dengan "nyepam" dan membingungkan pemilik blog dan pengunjung lain yang mungkin saja tertarik mengunjungi blog Anda.

Solusinya?

Gunakan URL homepage blog Anda. Kalaupun Anda ingin menyertakan URL postingan Anda, Anda bisa menyertakannya sepanjang relevan dengan postingan.

Mohon dicatat, saya tidak anti dengan URL yang disertakan dalam komentar. Saya sangat menyenanginya sepanjang relevan dengan isi postingan saya.

4. Berisi kebencian

Ada saja orang yang berkomentar berisi kebencian, misalnya sumpah serapah dan umpatan kepada saya. Tentu saja komentar seperti ini akan saya hapus karena tidak sesuai dengan etika berkomentar.

Solusinya?

Saya tidak anti kritik. Jika Anda memiliki kritik atau hal-hal yang tidak mengenakkan, silakan kirimkan secara pribadi ke saya melalui halaman kontak.

5. Menggunakan tata bahasa Indonesia yang tidak baik

Kita belajar bahasa Indonesia secara formal sejak duduk di bangku sekolah dasar. Alangkah kecewanya guru-guru bahasa Indonesia kita kalau kita tidak menggunakan tata bahasa Indonesia yang baik, kan?

Hal yang sama terjadi saat berkomentar. Pastikan Anda menggunakan tata bahasa Indonesia yang baik sehingga Anda terbiasa menggunakannya. Percayalah, ini akan membantu meningkatkan kualitas tulisan Anda (cepat atau lambat).

Beberapa contoh komentar yang tidak menggunakan tata bahasa yang baik bisa Anda lihat di bawah ini:

  • Saya.sudah.mendownloadnya.terima.kasih.
  • Sy ingin pnya paypal tp tdk thu caranya. Bs agan bntu sy?

Terlepas dari itu, sekali lagi saya memohon maaf jika ada komentar Anda yang saya hapus atau edit. Ini saya lakukan agar kita sama-sama berkomentar secara baik di sini atau blog orang lain.

Postingan Terkait:

No comments:

Post a Comment

jangan lupa follow blog ini,nanti saya follow back,budayakan tinggalkan komentar.