Thursday, 29 August 2013

Blogodolar Tips & News

Blogodolar Tips & News


5 Teknik Pemasaran Internet yang Seharusnya Anda Hindari Pasca Google Panda

Posted: 28 Aug 2013 12:07 AM PDT

Ini adalah postingan tamu Muflich Kamil dari kejarduit.com. Jika Anda tertarik menjadi blogger tamu di Blogodolar, silakan lihat panduannya di sini.

Pemasaran merupakan hal terpenting kedua setelah kualitas produk. Tanpa pemasaran, bisa jadi tak ada yang mengetahui adanya produk tersebut. Sayangnya, karena ketatnya persaingan, banyak teknik pemasaran yang dilakukan secara kurang tepat. Alih-alih mendapatkan keuntungan, cara-cara tersebut mendatangkan kerugian terutama sejak zaman Google Panda.

Berikut adalah 5 teknik pemasaran yang seharusnya Anda hindari penggunaannya pasca algoritma tersebut.

1. Spamming

Spamming merupakan salah satu cara pemasaran yang perlu Anda hindari karena bisa merusak kepercayaan dari pengunjung dan nama baik Anda di mata Google. Spamming yang saya maksud di sini bisa berupa:

  1. Email Spam, biasanya menggunakan fitur send bulk message pada email provider
  2. Komentar Spam, biasanya menggunakan link dan anchor yang berhubungan dengan keyword dibidik
  3. Keyword Spam (keyword stuffing), biasanya dengan memunculkan berkali-kali keyword yang dibidik (lebih dari 3%)
  4. Forum Spam, biasanya dengan menulis  thread-thread yang sama ke banyak forum
  5. Form Spam, biasanya dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga (bot) dengan mengisi otomatis form-form di tiap situs

Dengan menghindari teknik spamming, sepertinya Anda telah selangkah lebih aman dari sepak terjang Google.

2. Tukar Link

Tukar Link merupakan sebuah teknik pemasaran yang telah menjamur di blog-blog Indonesia. Pasalnya, banyak dari mereka yang sangat menginginkan posisi nomor satu Google tanpa harus repot-repot membuat artikel berkualitas tinggi (baca: Sebenarnya, Pentingkah Kegiatan Tukar Link?)

Saya misalkan ada si A yang menawarkan jasa SEO. Si A akan menanyakan pada tiap-tiap blogger yang menyediakan ruang tukar link untuk menambahkan linknya dengan anchor keyword yang dibidik. Dalam hal ini saya misalkan 'Jasa SEO Terbaik Indonesia'.

Sudah jelas, pikirannya mengatakan bahwa dengan banyaknya link dofollow yang mengarah ke situsnya dengan keyword yang ia bidik, maka peluang untuk merangkak ke nomor satu Google dengan keyword itu semakin besar.

Lihat, hanya butuh sedikit saja usaha dan berharap hasil lebih, bukan?

Tahukah Anda, bahwa Google sangat mencurigai backlink dalam jumlah besar yang mengarah hanya pada satu situs dengan keyword yang sama? Itu dia.

Dengan membesarnya kecurigaan Google pada sebuah situs, maka perlahan Google dengan sengaja akan menurunkan peringkat situs tersebut, atau yang paling berbahaya, pemusnahan akan dilakukan (de-index).

3. Pengunjung Berbayar

Menggunakan pengunjung berbayar (paid visitor) merupakan teknik pemasaran yang saat ini mulai banyak digemari penjual produk. Padahal menurut saya, cara ini sama sekali useless dan membuang-buang uang. Kenapa?

Karena pada dasarnya, tak ada yang berubah.

Oke, begini saja. Misalkan telah dipatok harga paket B di sebuah provider sejumlah $30 per 1.000 pengunjung dalam sehari. Anda membelinya, memverifikasi situs, dan duduk santai. Anda yakin mereka benar-benar akan memberi pengunjung. Besoknya, ternyata benar, 1.000 pengunjung tepat telah datang. Ya, tepat. Namun tak ada tanda-tanda transaksi berhasil dilakukan, alias konversi 0%.

4. Hype Advertising

Beriklan yang baik adalah yang mematuhi etika dalam beriklan, salah satunya dengan menampilkan iklan yang memang sesuai dengan isi situs yang diiklankan, bukan sekedar hype.

Apa itu sebenarnya hype advertising?

Singkatnya, itu adalah sebuah teknik dengan melebih-lebihkan situs yang diiklankan. Bisa berupa banner atau ad-text biasa. Misalkan ingin mengiklankan situs tentang make money online, jika dibuat versi hype, maka akan ditulis "30 juta sehari tanpa keluar rumah", atau "Kerja Online 1-2 Jam 40 Juta sehari", dan seterusnya.

Sebenarnya jika dihubungkan dengan Google Panda, teknik ini tak ada hubungannya. Namun mengingat pentingnya kredibilitas dan kepercayaan pengunjung terhadap situs, maka saya sangat menyarankan untuk tidak menggunakan teknik ini.

5. Penipuan

Penipuan online melalui internet seringkali dilakukan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab dengan beragam modus. Mungkin yang seringkali muncul adalah ketidak konsistenan penjual memberikan apa yang telah dijanjikannya. Jika pembeli melakukan transaksi setelah melihat iklan Anda di sebuah situs, maka kirimkanlah yang telah Anda janjikan. Pembeli butuh bukti, bukan janji.

Yang jelas perlu diingat, saya bukan berniat membuat Anda takut atau apa, saya hanya ingin blog-blog Indonesia semakin maju dan dipercaya baik oleh Google. Bukan sebaliknya citra blogosphere Indonesia yang semakin terpuruk oleh banyaknya blog yang terkena penalti Google.

adalah seorang part-time blogger asal Gresik yang secara berkala menulis tentang tips-tips blogging, marketing, afiliasi, serta tips-tips lain yang bisa Anda temukan dengan mudah di kejarduit.com.

Related Posts:

No comments:

Post a Comment

jangan lupa follow blog ini,nanti saya follow back,budayakan tinggalkan komentar.