Saturday, 14 September 2013

Dunia Info | Dunia Penuh Informasi

Dunia Info | Dunia Penuh Informasi


Cerita Motivasi - Malaikat dan Pengusaha

Posted: 13 Sep 2013 05:24 AM PDT

Berikut adalah cerita motivasi inspirasi kehidupan untuk anda, silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.

Malaikat dan Pengusaha
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."

Dengan lembut si Malaikat berkata, "aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua - itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu."

Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, "Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

"Bukankah itu Panti Asuhan?" kata si pengusaha pelan.

"Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri."

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu."

***

Sahabatku, cerita ini hanyalah sebuah gambaran agar kita lebih instropeksi diri. Saya membayangkan ketika diri saya mati nanti, apakah orang disekeliling saya akan kehilangan, atau sebaliknya mereka mengabaikan atas kematian saya, atau yang paling parah apakah mereka bersyukur malah?

Ah.. mumpung kita masih diberi umur, lakukanlah yang terbaik untuk orang2 disekitar kita, kaena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Dan satu lagi, janganlah engkau meremehkan sedekah, sesuai cerita diatas, justru sedekahnya yang menyelamatkan pengusaha tersebut...

Cerita Humor - Taruhan Tiga Orang Pemabuk

Posted: 13 Sep 2013 04:00 AM PDT

Berikut ini adalah sebuah cerita humor gokil yang bisa anda simak untuk menemani saat santai bersurfing internet.

Taruhan Tiga Orang Mabuk
3 orang sahabat (Dulandeh, Kisid, dan Onyod) pada suatu malam bermabuk-mabukan di sebuah kafe.

Di bagian belakang kafe itu, duduk seorang dengan postur tinggi besar yang entah kanapa semenjak mereka memasuki kafe itu selalu memperhatikan gerak-gerik 3 orang yang sedang mabuk-mabukan itu.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka, Onyod, berbicara kepada 2 orang temannya yang lain, Kisid dan Dulandeh:
"Woooi, fren,,,! Gimana kalo kita tarohan,,,! Hik,,,hik,,,hik,,,Tarohannya gini: yang bisa maki-maki tuh orang yang badannya gede, yang duduk di belakang itu, yang ngeliatin kita dari tadi, tapi dia nggak marah, nah itu yang menang tarohan,,,! Gimana, fren,,,? Hik,,,hik,,hik,,,!"

Kisid yang terprovokasi atas tantangan Onyod sahabatnya itu dengan serta merta Kisid berdiri, berjalan tertatih-tatih, menghampiri orang berbadan-besar yang menjadi target dan obyek tarohan mereka:

"Hey anak muda,,,! Bapak lu siapa sih, bikin anak jeleknya setengah mati,,,! Anaknya aja mukanya jelek gini, apalagi Bapaknya,,,! Hik,,,hik,,,hik!"

Pastilah orang berbadan besar itu sangat-sangat marah dan murka dengan perkataan kasar dan menghina Kisid tersebut:
"Kurang ajar lu,,,! Lu boleh menghina dan memaki-maki gw,,,! Tapi kalo nama Bapak gw lu bawa-bawa, apalagi sambil dihina dan dicaci seperti tadi,,,! Gw bantiiiing lu,,,!"

Gubraaakkk,,,! Kisid terbanting dengan bagian kepala jatuh ke lantai,,,dan mencoba berdiri, dan akhirnya berjalan ke arah Onyod yang dari tadi terus-menerus minum nggak berhenti-berhenti,,,

Giliran Dulandeh yang maju dengan sempoyongan ke arah pemuda berbadan tegap itu:
"Heeey,,,! Hik,,,hik,,,hik! Orang bego, orang tolol, pasti nenek moyang elu,,,"
Belum sempat Dulandeh menyelesaikan kalimat makian dan penghinaannya kepada si pemuda "Braaak,,,!" sebuah kursi kecil melayang ke arah Dulandeh. Dulandeh jatuh terkapar,,,

Setelah 2 temannya dilihatnya tak berdaya, dengan pelan namun pasti Onyod memenuhi kewajiban tarohannya dengan mendatangi sang pemuda tinggi, besar dan tegap itu:
"Hik,,,hik,,,hik! bocah bodoooh, gobloook, dunguuu,,,! Gw udah sering banget tidur sama emak elu,,,! Hey dengerin anak muda begooo,,,! Tau nggak eluuu,,,? Gw udah puaaasss nidurin emak eluuu,,,!

Seisi kafe sangat-sangat kaget dengan penghinaan keterlaluan si Onyod kepada si pemuda berbadan tegap itu, mereka membayangkan bagaimana marah dan murkanya dia atas penghinaan yang dilakukan Onyod kepada ibunda tercintanya.
"Heeey bocah bego,,,! Kenapa elu diem,,,? Apa telinga elu tuli atawa congean gitu,,,? kata Onyod lagi melanjutkan cacian dan makiannya kepada si pemuda tersebut.

Namun anehnya sang pemuda tegap itu sama-sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan, malahan si pemuda itu menghampiri si Onyod yang berjalan terhuyung-huyung dan menangkap badan Onyod yang hampir terjatuh, sambil berkata pelan:

"Udahlah, Be,,,! Sekarang kita pulang aja,,,! Babe udah kebanyakan minum,,,! Kasian Emak yang kuatir sama Babe di rumah,,,!"

No comments:

Post a Comment

jangan lupa follow blog ini,nanti saya follow back,budayakan tinggalkan komentar.