Thursday, 19 December 2013

Blogodolar Tips & News

Blogodolar Tips & News


10 Hal yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Sebuah Blog

Posted: 18 Dec 2013 08:20 AM PST

Anda ingin menghasilkan uang dari blog tanpa perlu repot membuatnya? Jika ya, Anda bisa berinvestasi dengan membeli blog-blog yang sudah menghasilkan uang. Namun, sebelum membeli sebuah blog di Flippa atau forum, Anda harus mengetahui sepuluh hal berikut sehingga blog yang Anda beli nantinya menjadi aset atau "mesin uang" online.

1. Penghasilan

Penghasilan biasanya faktor utama yang menentukan harga jual blog. Sebagai contoh, sebuah blog yang penghasilan 30 hari terakhirnya dari Google AdSense sebesar $100 memiliki harga jual $1.000 (10 kali lipat penghasilan 30 hari terakhir).

Untuk memverifikasi konsistensi penghasilan blog, Anda harus meminta screenshot penghasilan blog minimal 3 bulan terakhir. Jangan terbuai oleh penghasilan selama 30 atau 7 hari terakhir saja.

Jika blog tersebut menggunakan afliasi Amazon, perhatikan daftar produk yang terjual di screenshot penghasilan blog. Apakah daftar tersebut berkaitan dengan produk yang sedang dipromosikan atau topik blog bersangkutan?

Jika Google AdSense yang digunakan sebagai sumber penghasilan, amati waktu pembuatan screenshot penghasilan (sebagai contoh, lihat gambar di bawah). Jika tidak ada informasi waktu pembuatan, berhati-hatilah karena bisa saja screenshot tersebut hasil rekayasa.

contoh tanggal pembuatan screenshot Adsense

2. Trafik

Anda tidak ingin tertipu dengan tarfik palsu yang berasal dari bot, kan? Oleh karena itu, mintalah data trafik yang berasal dari Google Analytics. Mengapa?

Pertama, Google Analytics merupakan perangkat pelaporan yang terpercaya. Kedua, Anda bisa meminta penjual untuk menambahkan akun gmail Anda ke Google Analytics blog bersangkutan sehingga Anda bisa melihat langsung laporan trafik. Saat melihat laporan trafik tersebut, cermati kata-kata kunci yang masuk, sumber trafik, negara asal pengunjung, bounce rate, dan rasio pengunjung baru/lama.

3. Link Building yang Digunakan

Peringkat blog di mesin telusur (terutama Google) memengaruhi jumlah trafik. Jika blog tersebut masuk halaman 1 Google untuk kata kunci yang dibidiknya, jangan serta merta Anda "mendewakan" posisi tersebut. Anda wajib mengetahui teknik link building pada blog tersebut untuk memastikan bahwa blog tersebut aman dari update Google Penguin di kemudian hari.

Caranya adalah dengan menanyakan teknik link building kepada penjual bersangkutan. Tidak hanya berhenti di sini, cek ulang backlink-backlink yang mengarah ke blog tersebut dengan backlink checker, seperti Open Site Explorer, Ahrefs.com, atau Majestic SEO. Backlink-backlink yang berkualitas biasanya bukan berasal dari aktivitas black hat atau spamming.

4. Usia dan Flatform Blog       

Aturan sederhananya adalah belilah blog yang usianya minimal 4 bulan sehingga Anda berkesempatan memperoleh data penghasilan 3 bulan terakhir. Usia ideal adalah satu tahun karena blog tersebut sudah tahan terhadap perubahan algoritma Google. Untuk memeriksa usia blog, Anda bisa menggunakan Whois checker (misalnya Whois-Search.com atau Whois.Domaintools.com) atau Wayback Machine.

Perihal flatform, sebaiknya Anda membeli blog WordPress self-hosting. Hal ini karena blog berbasis WordPress mudah dioperasikan dan di bawah kendali Anda (baca WordPress vs Blogspot).

5. Keaslian dan Keterbacaan Artikel

Blog yang baik berisi konten asli, bukan copy paste. Cara termudah untuk melihat keaslian konten blog adalah dengan menggunakan CopyScape. Selain itu, jika blog tersebut berbahasa Inggris, periksa juga keterbacaan artikel-artikel yang ada. Pastikan artikel tersebut bukan artikel hasil spin karena artikel tersebut berkualitas rendah sehingga rawan kena "razia" Google Panda.

6. Informasi Penjual

Jangan membeli blog dari penjual yang tidak terpercaya. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui informasi personal penjual seperti nama lengkap, telepon rumah/HP, email, Skype dan profil media sosial (Twitter, Facebook, dan Linkedin). Ingat, penjual yang bisa dipercaya (profesional) akan memberikan semua informasi tersebut dengan senang hati karena mereka memperlakukan bisnis menjual blog dalam jangka panjang.

Jika Anda membeli blog di Flippa, jangan lupa juga untuk melihat rating penjual. Rating ini berdasarkan umpan balik dari pembeli sebelumnya. Rating 100% berarti pembeli puas terhadap kualitas blog dan pelayanan si penjual.

7. Alasan Blog Dijual

Anda mesti tahu juga alasan mengapa blog tersebut dijual. Contoh alasan-alasan yang masuk akal:

  • Perlu uang untuk keperluan offline (misal membeli rumah, bayar cicilan mobil, biaya berobat, dan lain-lain)
  • Sekian persen dari hasil penjualan blog akan diinvestasikan untuk membuat blog-blog baru
  • Tidak memiliki waktu karena penjual lebih fokus ke blog lain atau projek online lain

Jauhkan diri Anda dari alasan blog dijual karena berpotensi menghasilkan penghasilan pasif yang besar. Mengapa? Karena kalau potensial, mestinya penjual tidak menjual blognya, kan?

8. Mekanisme Pembayaran

Jika penjual tidak memberikan informasi mekanisme pembayaran, Anda harus mendiskusikan hal tersebut agar transaksi berjalan dengan mulus dan aman. Cara terbaik adalah dengan menggunakan jasa pihak ketiga, misalnya Escrow.

Sayangnya, Escrow tidak mendukung transaksi di Indonesia. Namun, jangan khawatir, Anda bisa melakukan mekanisme pembayaran seperti ini:

  1. Anda membayar 100%, lalu penjual mentransfer blog ke hosting Anda
  2. Anda membayar 50% dan sisanya dibayarkan setelah transfer blog ke hosting Anda selesai

Rasa khawatir uang Anda akan dibawa lari mestinya tidak akan muncul bila Anda membeli blog dari penjual yang terpercaya. Selain itu, bila Anda membeli blog dari orang Indonesia, Anda bisa saja membuat surat perjanjian pembayaran yang ditandatangani kedua belah pihak di atas materai. Hal ini mengikat secara hukum sehingga tidak ada yang dirugikan.

9. Transfer Blog

Transfer blog biasanya dilakukan oleh penjual dan membutuhkan waktu 1 sampai 3 hari. Bila transfer blog dilakukan oleh pihak lain, pastikan Anda tidak menanggung biayanya karena transfer blog adalah kewajiban pihak penjual.

10. Pemeliharaan Blog

Pemeliharaan blog tergantung pada konsep blog. Jika konsepnya set and forget, Anda tidak perlu repot meng-update konten blog tersebut. Jika harus di-update secara reguler, Anda harus bertanya kepada penjual tentang cara meng-update konten: ditulis sendiri atau dipesan di jasa penulisan artikel.

Jika tidak mampu menulis sendiri, Anda bisa mencari jasa penulisan artikel lokal atau luar negeri (misal iWriter). Namun, bila dipesan, Anda harus bertanya kepada penjual mengenai di mana dan siapa penulisnya sehingga Anda bisa memesan artikel di tempat dan orang yang sama untuk memelihara blog tersebut.

Kesimpulan

Walaupun Anda punya banyak uang, Anda tetap perlu berhati-hati dalam membeli sebuah blog. Lebih baik Anda meluangkan banyak waktu untuk mengetahui kesepuluh hal di atas daripada mengeluarkan banyak uang membeli sebuah blog yang tidak menjadi aset di kemudian hari.

Hal apa lagi yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan membeli sebuah blog?

Related Posts:

No comments:

Post a Comment

jangan lupa follow blog ini,nanti saya follow back,budayakan tinggalkan komentar.